Indahnya Toleransi Beragama di Kabupaten Bolsel

Globalsulut.com, BOLSEL– Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) merupakan Daerah yang berada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan pusat pemerintahaan terletak di Panango Kecamatan Bolaang Uki.

Diketahui, Kabupaten yang terbentuk pada tahun 2008 ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Mempunyai luas wilayah 1.932,30 kilo meter kubik, Bolsel memiliki 7 Kecamatan dan 81 Desa yang didalamnya terdapat masyarakat yang memegang erat Budaya, Adat Istiadat dan rasa persaudaraan atar umat beragama yang kuat.

Menariknya, Kabupaten yang terkenal dengan Slogan Religius ini mempunyai 4 Suku yang terdiri dari Suku Gorontalo, Suku Bolango, Suku Mongondow dan Suku Sanger.

Walaupun begitu, masyarakat di Kabupaten ini hidup rukun dan damai.

Keberagaman di Kabupaten ini terlihat jelas dengan adanya bangunan Masjid, Pura dan Gereja yang sengaja dibangun berseblahan terletak di Kawasan Perkantoran Panango.

Hal tersebut mengambarkan bahwa, masyarakat Bolsel cenderung bersikap ramah, santun dan penuh toleransi.

Tak hanya masyarakatnya yang menerapkan toleransi antar umat beragama di Pemerintahan pun demikian.

Hal ini dibenarkan Bupati Hi. Iskandar Kamaru saat diwawancara Globalsulut.com di Rumah Dinasnya.

Ia mengatakan, jika keberagaman antar umat beragama merupakan sebuah kenyataan yang tak dapat dihindari oleh setiap manusia.

“Setiap umat beragama mempunyai kewajiban untuk mengakui sekaligus menghormati agama lain tanpa membeda-bedakan, sehingga kami di Bolsel tidak pernah meliat dia dari suku mana atau Agama apa,” ujarnya. Kamis, (13/01/2021).

Bupati yang bersal dari Suku Gorontalo ini menjelaskan, jika ada perayaan Hari-hari besar di setiap Agama, maka Agama lain pati akan ikut serta meramaikan.

“Ketika ada perayaan hari besar masyarakat yang berasal dari Agama lain akan turut membantu Agama yang merayakan hari besar tersebut, contoh perayaan Hari Raya Natal bagi umat Kristiani kemarin, hampir semua gereja di jaga oleh para Banser dari Organisasi Ansor yang notebene adalah Organisasi Islam, begitu juga dengan perayaan hari raya umat Islam dan Hindu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan arti Bolsel Religius yang menjadi slogan Daerah tersebut.

“Sejak kepemimpinannya Bapak Hi. Herson Mayulu Bolsel dirubah menjadi Bolsel Religius yang berarti Daerah yang memegang erat Budaya, Adat istiadat dan persaudaraan antar umat beragama, sehingga sampai dengan saat ini saya dan pak Deddy Abdul Hamid masi menggunakan slogan itu dimasa kepemimpinan kami berdua,” ungkap Haji Iskandar.

Ia pun berharap, toleransi antar umar beragama di Bolsel akan tetap terjaga selamanya.

“Sebagai Putra Daerah yang di amanahkan oleh masyarakat sebagai pemimpin Daerah saya hanya berharap agar kebersamaan yang sudah kita bangun sejak lama ini masih akan terjaga dengan utuh sampai kapanpun,” pintanya.

(Red)

Komentar Facebook
Bagikan berita ini

Check Also

Serahkan Pagu ADD dan DDS Iskandar Kamaru : Dinas PMD, Camat, dan Sangadi Harus Saling Berkolaborasi

Globalsulut.com, BOLSEL– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menyerahkan pagu Alokasi Dana Desa (ADD) …